Kumpulan Jurnal Gizi Hipertensi – Download

Kumpulan Jurnal Gizi Hipertensi – Download Kumpulan Jurnal Pada Link Dibawah

ABSTRACT

Kumpulan Jurnal Gizi Hipertensi - DownloadHasil penilaian status gizi lansia harus ditindaklanjuti dengan gizi seimbang dan pendidikan hipertensi. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pelatihan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu dalam prediksi tinggi dan konseling gizi seimbang lansia. Metode: Desain penelitian adalah percobaan kuasi eksperimental satu kelompok pretest posttest terhadap 41 responden (36 kader Posbindu dan 5 staf Puskesmas) di Grogol Petamburan Subdictrict yang telah dilatih sebelumnya. Pengetahuan diukur dengan kuesioner tes pra-posting dan keterampilan kader diamati selama 3 bulan pasca pelatihan dengan menggunakan formulir daftar periksa. Hasil: Skor rata-rata pengetahuan memiliki perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,000) dan peningkatannya dengan 22 poin Ada perbedaan yang signifikan antara keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan dalam prediksi tinggi dan gizi seimbang (p = 0.000). Tingkat kader ??? keterampilan dalam hal moderat dan tinggi memiliki perbedaan yang signifikan setelah pelatihan. Kesimpulan: Pelatihan kader meningkatkan kinerja kader Posbindu. Kata kunci: Pelatihan, kader posbindu, pengetahuan, keterampilan antropometri, pendidikan gizi seimbang. ATRAKLatar belakang: Salah satu strategi untuk meningkatkan akses terhadap masyarakat lanjut usia (lansia) ke posyandu lansia (Posbindu) adalah membekali siswa kader. Tugas kader antara lain melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan serta penyuluhan gizi bagi lansia. Namun kegiatan pengukuran antropometri dan penyuluhan gizi tidak dilakukan secara tepat di Posbindu. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindumelalui pelatihan keterampilan antropometri tinggi badan prediksi (TB) dan penyuluhan gizi dan hipertensi lansia.Metode: Disain penelitian menggunakan metode kuasi eksperimental dengan rancangan satu kelompok pretest-posttest design pada 41 responden (36 kader Posbindu dan 5 petugas puskesmas) di Kecamatan Grogol Petamburan. Peningkatan kemampuan pembelajaran dengan menggunakan angket pre-post test dan latihan kader diamati selama 3 bulan pasca pelatihan menggunakan form checklist.Hasil: Rerata skor pre dan post-test pengetahuan pengukuran antropometri lansia berbeda makna dan peningkatan. Perbedaan rerata melatih kader sebelum dan sesudah pelatihan pada antropometri tinggi badan prediksi dan penyuluhan gizi. Ada perbedaan kejantanan dengan tingkat yang cukup dan baik bila dibandingkan sebelum dan setelah pelatihan.Simpulan: Pelatihan kader meningkatkan pengetahuan dan kinerja kader Posbindu.

  1. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posbindu dalam Pengukuran Tinggi Badan Prediksi Lansia, Penyuluhan Gizi Seimbang dan Hipertensi
  2. Gambaran Status Gizi Pasien Hipertensi Lansia
  3. PENGARUH GIZI SEIMBANG BAGI PENDERITA HIPERTENSI
  4. GAMBARAN STATUS GIZI PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS
  5. HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, STATUS GIZI DAN HIPERTENSI PADA PEGAWAI
  6. FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR
  7. HUBUNGAN KEPATUHAN DIET DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA HIPERTENSI
  8. TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI
  9. Sikap Terhadap Kepatuhan Diit Hipertensi Dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi 
  10. ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK LANSIA HIPERTENSI DALAM MENGENDALlKAN KESEHATANNYA

Tags: