Karya Tulis Jurnal Sistem distribusi vaksin di pusat layanan kesehatan primer di Yogyakarta

Karya Tulis Jurnal

Sistem distribusi vaksin di pusat layanan kesehatan primer di Yogyakarta
Download Jurnal Disini

Latar Belakang: Sistem distribusi rantai dingin vaksin harus dipantau untuk menjamin kualitas vaksin. Sistem distribusi vaksin yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan kemanjuran. Karena itu, pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa peraturan untuk mengelola sistem rantai dingin vaksin, termasuk Cara Distribusi yang Baik untuk Produk Farmasi (CDOB) pada 2012 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 pada 2013 (PMK 42). / 2013).
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi sistem distribusi vaksin di layanan kesehatan primer (PHC).
Metode: Survei dilakukan di 30 Puskesmas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan mengamati sistem distribusi vaksin di PHC menggunakan daftar periksa yang dikembangkan berdasarkan CDOB 2012 dan PMK 42/2013.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa personel di 24 PHC (80%) memeriksa kondisi alat pemantau suhu dan Vial Monitor Vial (VVM) saat menerima vaksin. Selain itu, semua PHC (100%) memiliki paket dingin dan pembawa vaksin, sedangkan mereka yang memiliki cold pack hanya 2 (7%). Sistem kedaluwarsa pertama keluar (FEFO) dan masuk pertama keluar (FIFO) diimplementasikan di masing-masing 30 (100%) dan 28 (93%) PHC.
Kesimpulan: Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar Puskesmas di Daerah Istimewa Yogyakarta telah menerapkan sistem distribusi vaksin yang baik, namun mereka masih membutuhkan perbaikan terutama dalam prosedur pencatatan vaksin.

Download Jurnal Disini

Tags: