Karya Tulis Jurnal Penggunaan Blok Peritonsil untuk Mengurangi Nyeri Pasca Operasi Tonsilektomi

Download Jurnal Disini

Tonsilektomi menjadi jenis operasi Hidung Tenggorokan (THT) yang paling sering dilakukan, terutama pada anak-anak. Tonsilektomi dapat menyebabkan daerah orofaring terpapar yang dapat dilakukan karena spasme otot orofaring dan iritasi serabut saraf aferen. Selain itu pasca operasi tonsilektomi, pada sebagian kasus juga dapat terjadi sebagai akibat dari mediator selama operasi dan nyeri berlangsung. Tujuannya adalah memaparkan beragam teknik blok peritonsil yang biasa-biasa saja. Blok peritonsil diketahui mampu memblok rangsang mandi ini hingga 24 jam pasca operasi. Hal ini tergantung dari teknik, jenis obat dan dosis yang diberikan. Hasil penelitian sebelumnya diperoleh kombinasi dari ketamin dengan anestesi lokal untuk blok peritonsil sebagai pilihan terbaik untuk mengurangi nyeri pasca operasi, mencegah cedera, mengurangi waktu perawatan pasca operasi dan mempercepat kondisi tubuh kembali normal.

Download Jurnal Disini

Tags: