Karya Tulis Jurnal LIMFOMA NON-HODGKIN SEL B PADA MAMMAE

Download Jurnal Disini

Limfoma mammae merupakan kasus yang jarang karena jaringan limfoid tidak ada di regio mammae. Subtipe limfoma non-Hodgkin (NHL) memiliki 0,5% dari karsinoma mammae, 1% dari semua NHL dan 2% dari limfoma ekstranodal. Limfoma mammae sering terjadi pada wanita. Limfoma dibuat sebagai limfoma primer dan sekunder. Limfoma mamae primer biasanya non-Hodgkin jenis sel B, angka kejadian terbanyak adalah sub tipe Difusse big cell B Limfoma. Perempuan, 45 Tahun, penanganan benjolan pada leher, payudara dan ketiak`sejak 6 bulan yang lalu, Pasien telah didiagnosis timbul. Pasien mengingat kemoterapi Rituximab, Cylophosphamide, Hydroxydaunorubicin, Oncovin, Prednison dan benjolan mengecil. Pemeriksaan fisik ditemukan benjolan di kedua mammae, colli sinister, axila sinistra dan inguinal, tidak eritem, konsistensi kenyal padat, terfiksir dan tidak pemulihan tekan. Laboratorium, leukopenia dan LDH meningkat. Mammae USG, Multipel nodul kedua Mammae, axila bilateral, mammary interna kiri. USG colli, multipel limfadenopati regio colli, supraclavicula sinistra deskripsi limfoma. Histopatologi, Limfoma malignan mammae bilateral. Pada pemeriksaan Imunohistokimia dengan hasil limfoma sel B besar difus, CD20 positif, Non GCB. Pasien didiagnosis Limfoma non hodgkin pada mammae kambuh. Diberikan kemoterapi Rituximab, Etoposide, Actoplactin, Ifosfamide. Limfoma non-Hodgkin primer pada mammae termasuk kasus yang sangat jarang terjadi. Manifestasi klinis dan radiologis dari penyakit ini memiliki persetujuan dengan tumor mammae. Diagnosis penyakit ini ditegakkan melalui pemeriksaan histopatologi serta pemeriksaan imunohistokimia. Penatalaksanaan PBL yaitu kemoterapi dengan atau tanpa rituximab dan radioterapi. Pada Pasien ini terjadi Limfoma Non-hodgkin pada Mammae Relaps selanjutnya diberikan kemoterapi lini kedua dengan rejimen Rituximab, Etoposide, Actoplactin, Ifosfamide. memberikan hasil yang cukup baik.

Download Jurnal Disini

Tags: