Karya Tulis Jurnal Korelasi antara Skor Alat Osteoporosis Self Assessment untuk orang Asia dengan Skor FRAX® pada Wanita Usia Lanjut

Karya Tulis Jurnal

Korelasi antara Skor Alat Osteoporosis Self Assessment untuk orang Asia dengan Skor FRAX® pada Wanita Usia Lanjut
Download Jurnal Disini

Latar belakang:Osteoporosis dan patah tulang osteoporosis adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting pada orang tua, terutama pada wanita pasca-menopause. Skrining untuk osteoporosis mungkin membantu mendeteksi mereka yang berisiko patah tulang untuk segera ditangani. WHO telah mengembangkan alat untuk menyaring risiko untuk osteoporosis, yaitu Alat Penilaian Mandiri Osteoporosis (OST) yang juga telah divalidasi untuk orang Asia (OSTA). WHO juga telah mengembangkanFRAX ®untuk memprediksi risiko patah tulang pinggul 10-tahun atau patah tulang osteoporosis lainnyadan. Metode: Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai korelasi antara OSTA danFRAX ®. Studi cross-sectional ini dilakukan pada Oktober-Desember 2013 di semua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Yogyakarta, Indonesia. Kami mengundang semua wanita berusia 56 tahun ke atas untuk mengunjungi klinik rawat jalan di uskupPselama periode penelitian. Secara keseluruhan, 540 wanita lansia menyelesaikan pengukuran antropometrik dan kuesioner dariFRAX ®. Hasil: Skor OSTA menunjukkan bahwa lebih dari 40% berisiko tinggi terkena osteoporosis. Penelitian ini mengamati korelasi yang tinggi dan signifikan antara OSTA danFRAX ®untuk patah tulang pinggul, yaitu korelasi Spearman dari0,914; p <0,001 dan untukpatah tulang osteoporosis lainnya, yaitu korelasi Spearman dari0,769; p <0,001. Kesimpulan: Kami menyimpulkan bahwa OSTA dan FRAX ®sangat berkorelasi dan keduanya dapat digunakan untuk menyaring wanita untuk osteoporosis dan risiko patah tulang, masing-masing.

Download Jurnal Disini

Tags: