Karya Tulis Jurnal Kebutuhan Pengguna dalam Perancangan Buang Antarmuka SIMRS RSU 'Aisyiyah Ponorogo

Download Jurnal Disini

Abstrak


Latar Belakang: sistem informasi sebagai teknologi dalam mengelola data rumah sakit berkembang pesat sebagai tuntutan untuk layanan kesehatan yang berkualitas. Ini sesuai dengan peraturan yang mengharuskan setiap rumah sakit untuk melakukan pencatatan dan pelaporan semua kegiatan rumah sakit dalam bentuk SIMRS. Implikasi dari pengembangan sistem tidak hanya memiliki efek mendukung peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga berbagai masalah yang tidak seperti yang diharapkan dari manfaat SIMRS. Salah satu masalah adalah bahwa kebutuhan pengguna tidak diakomodasi pada sistem yang dibuat. Namun, dalam mengembangkan sistem informasi, salah satu elemen terpenting yang terkait dengan kebutuhan pengguna adalah desain antarmuka sebagai saluran untuk informasi antara sistem dan penggunanya. RSU 'Aisyiyah Ponorogo telah menerapkan SIMRS selama beberapa tahun, tetapi implementasinya belum komprehensif. Di bagian sensus harian rawat inap dan kegiatan pelaporan rumah sakit masih menggunakan sistem manual yang cenderung memiliki risiko tinggi kesalahan data. Ini menjadi alasan untuk mendesain antarmuka sistem dan yang diperlukan dalam bentuk persyaratan pengguna untuk sistem yang dirancang. Tahap utama membangun sistem adalah menganalisis kebutuhan pengguna, secara khusus mengidentifikasi keinginan pengguna yang akan selalu berinteraksi dengan sistem setiap saat dalam mendukung pekerjaan mereka.

Tujuan: untuk mengidentifikasi kebutuhan SIMRS RSU 'Aisyiyah Pengguna Ponorogo merancang antarmuka, khususnya untuk mengidentifikasi masalah dalam sensus harian rawat inap dan kegiatan pelaporan rumah sakit, harapan pengguna terhadap sistem yang sedang dibangun dan kebutuhan data pengguna.

Metode: penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian adalah sensus harian rawat inap dan kegiatan pelaporan rumah sakit. Subyek penelitian berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 petugas pelaporan, 8 perawat bangsal, 1 petugas registrasi pasien dan 1 petugas teknis rumah sakit. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan studi terdokumentasi.

Hasil: masalah bagian sensus rawat inap dan bagian pelaporan rumah sakit hanya data pasien sosial yang diperoleh selama pendaftaran dapat diakses oleh petugas sensus atau petugas pelaporan. Masih ada kesalahan pengarsipan data pada lembar sensus di bangsal, oleh karena itu ada data yang tidak konsisten dalam catatan pasien. Pengguna sistem, terutama petugas sensus dan petugas pelaporan, membutuhkan antarmuka yang interaktif dan familiar seperti tampilan pada formulir manual sensus harian. Sedangkan informasi yang harus ditampilkan adalah info identitas pasien, info rawat inap, info pasien yang dibuang, rekapitulasi bangsal dan indeks. Dalam melaporkan kegiatan presentasi, sistem juga harus mengakomodasi data output dalam bentuk Barber Johnson Graph sebagai informasi yang efisien untuk kesehatan.

Kesimpulan: untuk membangun sistem informasi yang berguna, sangat penting untuk menekankan partisipasi pengguna dalam proses pengembangan. Pada tahap ini, masalah utama yang dialami oleh pengguna dalam melaksanakan pekerjaan mereka harus diidentifikasi; serta solusi yang dapat diberikan secara sistemik untuk meningkatkan kinerja staf dan meningkatkan layanan organisasi.

Kata kunci:analisis persyaratan sistem, kebutuhan pengguna, desain antarmuka sensus harian.

Download Jurnal Disini

Tags: