Karya Tulis Jurnal IRON CONTENT, HARDNESS, DAN AKSEPABILITAS BISKUIT DARI SANDI KOMPOSIT DAN TEPUNG TERIGU DIUBAH DENGAN GREEN SPINACH FLOUR

Download Jurnal Disini

Penyebab utama tingginya prevalensi anemia defisiensi besi pada anak di Indonesia adalah rendahnya asupan zat besi. Tepung bayam hijau sebagai sumber zat besi dapat digunakan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan biskuit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek substitusi tepung bayam hijau pada besi, kekerasan dan menerima n tingkat ce biskuit dari tepung singkong komposit dan tepung terigu. Penelitian dilakukan dengan mengganti tepung bayam hijau dengan berbagai kadar 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Biskuit kemudian diuji untuk besi menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), kekerasan menggunakan analisa tekstur dan penerimaan. Hasilnya menunjukkan bahwa ada efek substitusi dari tepung bayam hijau terhadap zat besi dan penerimaan biskuit, sedangkan, tidak ada efek pada kekerasan. Semakin tinggi substitusi tepung bayam hijau, semakin tinggi kadar zat besi dari biskuit. Level besi tertinggi ditampilkan oleh biskuit dengan substitusi 7,5%, yaitu 89,82 mg / kg. Kekerasan biskuit tidak terpengaruh oleh substitusi tepung bayam hijau. Kisaran tingkat kekerasan biskuit adalah antara 2592.16g – 3985.83g. Biskuit dengan substitusi 5% tepung bayam hijau memberikan penerimaan tertinggi. Kebutuhan zat besi anak-anak usia sekolah Indonesia (7-9 tahun) dapat dipenuhi dengan mengonsumsi biskuit (5% tepung bayam hijau) sebanyak 14 gram atau setara dengan 3 potong biskuit selama sehari.

Download Jurnal Disini

Tags: