Karya Tulis Jurnal Gambaran Sistem Hematologi Gambaran pada Tersangka Sepsis Neonatorum

Download Jurnal Disini

Sepsis neonatorum merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatus di negara berkembang. Baku emasnya adalah kultur darah, namun sulit dilakukan. Pemeriksaan hematologi sederhana diperlukan untuk membantu klinisi menegakkan diagnosis sepsis neonatorum. Sistem Hematologi Skor (HSS) memiliki keunggulan terutama kemurahannya dan kemurahnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran HSS pada tersangka sepsis neonatorum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menyusun laporan pada 34 pasien dengan diagnosis tersangka sepsis neonatorum awitan dini. Penelitian dilaksanakan mulai Desember 2015 hingga September 2016. Masing-masing parameter dalam skor HSS diperoleh dari pemeriksaan dengan alat hematologi otomatis dan sediaan hapus darah tepi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tersangka sepsis neonatorum lebih banyak bayi laki-laki (58,8%), bayi berat badan lahir rendah (61,8%), dan bayi kurang bulan (64,7%). Sebanyak 14 pasien (41,2%) memiliki skor HSS < 2 (bukan sepsis), 11 pasien (32,3%) dengan skor 3-4 (sebaliknya sepsis), dan 9 pasien (26,5%). %) dengan skor > 5 (sepsis). Skor terbanyak diperoleh dari jumlah total PMN dan penurunan jumlah trombosit, yaitu masing-masing 64,7% dan 50%. Pada skor HSS < 2 tidak ditemukan peningkatan jumlah PMN imatur lebih lanjut degeneratif sitoplasma PMN, sedangkan jumlah tambahan PMN imatur dan rasio I: Tampak pada seluruh sampel dengan skor HSS > 5. Sebagian besar pasien tersangka sepsis neonatorum memiliki skor HSS < 2. Skor terbanyak dihasilkan dari jumlah PMN dan penurunan jumlah trombosit. Diperlukan untuk membandingkan HSS dengan baku emas atau penanda sepsis lainnya.

Download Jurnal Disini

Tags: