Jurnal Pengembangan Masterplan dan Program Awal untuk Ketahanan Pangan di Wilayah Papua, Indonesia

Jurnal

Pengembangan Masterplan dan Program Awal untuk Ketahanan Pangan di Wilayah Papua, Indonesia
Download Jurnal Disini
Atlas keamanan dan kerentanan pangan (FSVA) Indonesia pada 2015 mengkategorikan kerentanan terhadap kerawanan pangan dan gizi berdasarkan sembilan indikator yang mencakup ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan. Menurut penilaian, 14 kabupaten di prioritas 1 (sangat rentan terhadap kerawanan pangan) semuanya di Papua. Untuk mengatasi masalah kerawanan pangan, program yang berfokus pada dua kabupaten (Manokwari dan Merauke) di wilayah Papua, Indonesia, dilakukan mulai Agustus 2015 untuk kegiatan multi-tahun. Program ini dikembangkan dalam kerjasama antara Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan pemerintah daerah masing-masing kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah-masalah yang menyebabkan kerawanan pangan dan mengembangkan rekomendasi kebijakan skala makro yang integratif dan kolaboratif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan proyek percontohan untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di Papua (kabupaten Manokwari dan Merauke yang mewakili dua provinsi di Papua). Ada lima masalah utama yang terkait dengan kerawanan pangan di Papua: prevalensi stunting di antara anak-anak balita, rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi sereal bersih, penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, rumah tangga tanpa akses ke air bersih, dan rendah keluarga berpenghasilan. Masalah dapat diatasi dengan memperhatikan rasio konsumsi normatif per kapita dan pelestarian makanan lokal, tanaman lokal harus ditanam, terutama umbi-umbian. Masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan keluarga berpenghasilan rendah, sebuah program harus dilaksanakan: Peningkatan kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah pedesaan melalui optimalisasi sumber daya lahan secara terpadu dan intensif. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa masih banyak sumber daya lahan di lokasi yang diteliti yang belum dimanfaatkan secara optimal. Mengenai masalah air bersih, pengolahan air harus didorong.

Download Jurnal Disini

Tags: