Jurnal Penelitian Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan dari Bahan Partikulat Diesel (DPM) di Pertambangan Bawah Tanah

Download Jurnal Disini

Tambang bawah tanah pekerja berisiko terkena paparan Diesel Particulate Matter (DPM). Paparan dari DPM adalah salah satu masalah yang bisa ditemukan di tambang bawah tanah. DPM memiliki efek karsinogenik dan non-karsinogenik pada manusia. Karena efek paparan DPM, khususnya dampak non-karsinogenik, maka perlu untuk menilai risiko paparan DPM di tambang bawah tanah. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan adalah penilaian risiko kesehatan yang dapat terjadi kapan saja dalam populasi berisiko. EHRA akan menghasilkan karakteristik risiko kuantitatif, opsi manajemen risiko dan strategi komunikasi yang akan diterapkan untuk meminimalkan risiko dari paparan DPM. Penelitian ini dilakukan dengan melihat data pengukuran DPM di 4 tambang bawah tanah, kemudian dihitung secara kuantitatif dengan menggunakan standar. Hasil dari pengukuran DPM di 4 tambang bawah tanah menunjukkan bahwa tingkat DPM di semua tambang bawah tanah melebihi nilai ambang 160 μg / m 3sedangkan rata-rata semua pengukuran DPM di tambang bawah tanah adalah 0,374 μg / m 3. Untuk menentukan apakah ada efek non-karsinogenik pada paparan DPM, dapat dilihat dengan menghitung RQ (Risk Quotient). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa di semua tambang bawah tanah memiliki RQ> 1 maka ada kebutuhan untuk manajemen risiko. Dalam penerapan manajemen risiko ada beberapa cara, mengurangi konsentrasi paparan (Csafe) dan mengurangi waktu paparan. Komunikasi risiko dengan melakukan peran setiap bagian yang relevan dari pemangku kepentingan hingga pekerja yang terpapar DPM.

Download Jurnal Disini

Tags: