Jurnal Penelitian Kualitas Kimia Air Kolam dan Korelasi Antara Perenang Perilaku dengan Sindrom Mata Kering di Tws Kolam Renang Padangan, Bojonegoro

Download Jurnal Disini

Pengawasan dan pengelolaan kualitas air kolam perlu perhatian khusus untuk mencegah gangguan kesehatan. Ada zat kimia dalam air kolam yang dikategorikan sebagai iritasi dan akan menyebabkan Sindrom Mata Kering jika digunakan secara berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air kimia kolam renang serta perilaku perenang dan korelasinya dengan sindrom mata kering. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perenang dalam rentang usia 16 – 45 tahun dalam 1 kali periode klorinasi, dengan sampel 75 responden. Proses analisis statistik dilakukan dengan menggunakan Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengukuran tingkat sisa klor, beberapa hasil menunjukkan bahwa tingkat klor melebihi batas maksimum yang diizinkan (> 0,5mg / l) sementara sisanya kurang dari ambang minimum (<0,2 mg / l). Hasil kekerasan hasil (CaCO 3) menunjukkan bahwa hasil rata-rata melebihi batas maksimum yang diizinkan (> 500 mg / l). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada 2 variabel yang berhubungan dengan kejadian Sindrom Mata Kering, pengetahuan (p = 0,037) dan tindakan (p = 0,035). Kesimpulannya, hasil pengukuran kualitas air kimia kolam renang menunjukkan bahwa sebagian air kolam belum memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 pada tahun 1990. Oleh karena itu penting untuk melakukan manajemen dan pengawasan rutin terhadap kolam renang juga. melakukan promosi kesehatan untuk mencegah sindrom mata kering di lingkungan kolam renang.

Download Jurnal Disini

Tags: