Jurnal Penelitian Analisis Tingkat PM2,5 Dan Fungsi Paru Pekerja Industri Pupuk Organik Di Nganjuk

Download Jurnal Disini

Industri pupuk organik di Nganjuk menggunakan pupuk kandang sebagai bahan dasar produksi. Prosesnya menghasilkan partikulat 2,5 (PM 2,5) dalam bentuk debu dan asap. PM 2,5 dapat dihirup dan dipertahankan hingga alveoli, sehingga berpotensi menyebabkan gangguan fungsi paru pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat PM 2,5 dan fungsi paru-paru pekerja industri pupuk organik di Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan populasi total 10 pekerja produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat PM 2,5 dihirup yang melebihi Nilai Batas Ambang Batas (TLV) atau> 3 mg / m 3 ada pada 2 pekerja yang bekerja pengeringan dan proses pengemasan. Rata-rata tingkat lingkungan PM 2,5 yang melebihi TLV adalah pada pembuatan area proses pembuatan granul, pemanasan dan pengemasan. Pekerja yang memiliki gangguan fungsi paru-paru adalah 4 pekerja (40%). Gangguan fungsi paru lebih banyak ditemukan pada pekerja dengan paparan PM 2,5 inhalasi ≤ 3 mg / m 3memiliki usia 41 – 60 tahun, masa kerja <5 tahun, selalu menggunakan kain sebagai alat pelindung pernafasan, dan pernah bekerja di tempat lain baik langsung maupun tidak langsung terkena debu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pekerja produksi industri pupuk organik di Nganjuk memiliki risiko penurunan fungsi paru-paru. Saran bagi pemilik industri pupuk organik di Nganjuk adalah memasang ventilasi alami dan tidak alami dan untuk menyediakan respirator pemurni udara.

Download Jurnal Disini

Tags: