Jurnal Manajemen Transfusi Perioperatif pada Bedah Jantung Dewasa dengan

Jurnal

Manajemen Transfusi Perioperatif pada Bedah Jantung Dewasa dengan
Download Jurnal Disini

ABSTRAK

Bedah jantung adalah prosedur umum dalam operasi jantung, mengkonsumsi sekitar 10-20% dari total transfusi darah. Diperkirakan sekitar 60-70% dari mereka ditransfusi dalam periode perioperatif. Mesin pintas cardiopulmonary adalah mesin penting yang telah digunakan selama lebih dari 60 tahun. Mesin ini membantu ahli bedah jantung mendapatkan area yang stabil dan bersih untuk operasi. Dalam konteks koagulasi, penggunaan mesin CPB menyebabkan anemia hemodilutional karena sejumlah besar cairan yang digunakan untuk priming, yang kemudian meningkatkan kebutuhan transfusi darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa transfusi alogenik berhubungan dengan morbiditas yang lebih tinggi seperti infeksi, cedera ginjal akut, reaksi hemolitik akut, reaksi alergi, cedera paru akut, kelebihan cairan, dan mortalitas. Penggunaan transfusi alogenik dapat dikurangi dengan menerapkan protokol transfusi restriktif, metode autotransfusi, memberikan errhytropoietin, antiplatelet dan antifibrinolytic. Manajemen transfusi darah yang efektif dan rasional akan mengurangi mortalitas dan morbiditas secara signifikan.

Kata kunci:Autotransfusi, mesin pintas kardiopulmonal, anemia hemodilitus.

Download Jurnal Disini

Tags: