Jurnal Internasional Sensitivitas H. pylori dalam sampel jaringan lambung anak-anak dan remaja ke berbagai …

Jurnal Internasional

Sensitivitas H. pylori dalam sampel jaringan lambung anak-anak dan remaja ke berbagai ...
Download Jurnal Disini
Pendahuluan Helicobacter pylori (H. pylori), adalah penyebab utama penyakit lambung pada anak-anak dan orang dewasa. Selama beberapa tahun terakhir, tingkat resistensi antibiotik terhadap rejimen pengobatan H. pylori telah meningkat pesat. Penampilan strain resisten yang tumbuh menunjukkan kebutuhan untuk menentukan tingkat resistensi primer dan sekunder di setiap wilayah dengan melakukan tes kerentanan. Bahan dan Metode Set data termasuk anak-anak dan remaja berusia 5 dan 16 yang telah dirujuk ke fasilitas perawatan akut tersier (Rumah Sakit Anak Imam Hossein) selama 2015-2018 karena gejala dispepsia dan memiliki tes urea cepat positif dalam endoskopi untuk mengevaluasi infeksi Helicobacter pylori. Selama endoskopi, satu spesimen biopsi diberikan dari antrum, tubuh, dan kardia dan ditempatkan ke dalam medium transfer dan kemudian diangkut ke laboratorium di bawah suhu 4oC hingga ditambahkan ke media kultur (Kolombia agar-Jerman) dalam kondisi khusus. Setelah munculnya H. pylori pada media kultur, antibiogram dilakukan. Kami menggunakan E-test dan sensitivitas dan resistensi terhadap beberapa antibiotik termasuk klaritromisin, amoksisilin, metronidazol, tetracyclin, ciprofloxacin dan levofloxacin ditentukan. Hasil Dari 102 pasien, E-test H. pylori positif pada 47,1% pasien. Tingkat kerentanan tertinggi adalah untuk tetrasiklin (89,6%) dan kemudian untuk levofloxacin (75%). Metronidazole memiliki kerentanan terendah terhadap H. pylori (14,6%). Kesimpulan Resistensi antibiotik terhadap protokol eradikasi H.pylori primer meningkat di seluruh dunia. Dalam penelitian ini kerentanan rendah H. pylori terhadap protokol pengobatan primer ditemukan. Strategi pengobatan yang diperbarui berdasarkan tes kerentanan diperlukan.

Download Jurnal Disini

Tags: