Jurnal Internasional Penginderaan besi hati dan homeostasis besi tubuh

Download Jurnal Disini

Abstrak

Hati mengatur keseimbangan besi sistemik dengan memproduksi dan mengeluarkan hepcidin. Dikenal sebagai hormon besi, hepcidin menginduksi degradasi ferroportin eksportir besi untuk mengontrol masuknya zat besi ke dalam aliran darah dari sumber makanan, makrofag daur ulang besi, dan toko tubuh. Dalam kondisi fisiologis, produksi hepcidin berkurang oleh defisiensi besi dan dorongan eritropoietik untuk meningkatkan pasokan zat besi ketika diperlukan untuk mendukung produksi sel darah merah dan fungsi penting lainnya. Sebaliknya, produksi hepcidin diinduksi oleh pemuatan zat besi dan peradangan untuk mencegah toksisitas kelebihan zat besi dan membatasi ketersediaannya untuk patogen. Ketidakmampuan untuk mengatur produksi hepcidin dengan tepat sebagai respons terhadap isyarat fisiologis ini mendasari kelainan genetik kelebihan dan kekurangan zat besi, termasuk hemochromatosis herediter dan anemia defisiensi besi refraktori besi. Selain itu, penekanan hepcidin berlebih dalam pengaturan erythropoiesis yang tidak efektif berkontribusi terhadap anemia pemuatan zat besi seperti β-thalassemia, sedangkan kelebihan induksi hepcidin berkontribusi terhadap erythropoiesis yang dibatasi zat besi dan anemia pada penyakit inflamasi kronis. Penyakit-penyakit ini telah memberikan wawasan kunci dalam memahami mekanisme yang digunakan hati untuk merasakan kadar plasma dan besi jaringan, kebutuhan zat besi prekursor eritrosit, dan adanya patogen potensial, dan yang penting, bagaimana berbagai sinyal ini diintegrasikan untuk secara tepat mengatur produksi hepcidin. Ulasan ini akan fokus pada wawasan terbaru tentang bagaimana hati merasakan kadar zat besi tubuh dan mengkoordinasikan ini dengan sinyal lain untuk mengatur produksi hepcidin dan homeostasis besi sistemik.

  • Diserahkan 14 Juni 2018.
  • Diterima Juli 21, 2018.

Download Jurnal Disini

Tags: