Jurnal Internasional Pengaruh Tingkat Koenzim Q10 pada Parameter Klinis pada Pasien Cystic Fibrosis

Download Jurnal Disini

Latar Belakang: Cystic Fibrosis (CF) adalah kelainan genetik resesif autosom bawaan yang dapat mempengaruhi banyak organ termasuk paru-paru dan sistem pencernaan. Kami bertujuan untuk menilai efek dari level koenzim Q10 pada parameter klinis pada pasien fibrosis kistik. Bahan dan Metode Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada 40 pasien (13 perempuan dan 19 laki-laki) dengan fibrosis kistik yang dirawat di Rumah Sakit Masih Daneshvari di Teheran-Iran, pada tahun 2017. Sebuah kuesioner buatan peneliti didistribusikan di antara mereka, dan kemudian tinggi, berat dan lingkar lengan pasien diukur dan juga kadar Q10 serum mereka dievaluasi. Kemudian, fungsi paru dievaluasi menggunakan tes respirasi 6 menit dan tes spirometri. Akhirnya, skor total mereka dihitung berdasarkan skor Shwachman. Hasil: Rentang usia peserta adalah 6 hingga 27 tahun. Indeks antropometrik seperti berat (p = 0,02, r = -0,408), usia (p = 0,016, r = -0,422), tinggi (p = 0,002, r = -0,520), berat lahir (p = 0,0113, R = – 0,286), dan tinggi saat lahir (p = 0,037, r = -0,37) memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan koenzim Q10. Ada hubungan antara indeks antropometrik dan tes spirometri, termasuk hubungan FEV1 (tindakan) dengan berat (p = 0,00), dan lingkar lengan (p = 0,00) yang ditentukan. Kesimpulan: Menurut hasil, tidak ada hubungan langsung antara massa otot dan Q10. Selain itu, usia rata-rata Q10 lebih besar dari pada kelompok usia 9-16 tahun, yang dapat dipertimbangkan untuk cadangan nutrisi atau masa kanak-kanak untuk produksi koenzim Q10, yang menurun karena bertambahnya usia dan kurangnya asupan atau kehilangan kekuatan tubuh untuk produksi koenzim Q10.

Download Jurnal Disini

Tags: