Jurnal Internasional Nilai diagnostik pemindaian CT resolusi tinggi dan pencitraan resonansi magnetik tulang temporal …

Download Jurnal Disini

AbstractBackground: Implantasi koklea adalah pengobatan yang disetujui yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan pendengaran yang parah hingga parah. Pencitraan sebelum operasi implan koklea sangat penting dalam pengambilan keputusan dan penilaian anatomi tulang temporal untuk pembedahan. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada 34 pasien dengan gangguan pendengaran sensoruineural (SNHL) yang menjalani implantasi koklea (CI) di pusat implan koklea Ahvaz. Temuan: Dari 34 pasien, hasil HRCT menunjukkan kapasitas dan pembukaan saluran koklea di 32 kasus, sementara 32 kasus sesuai dengan temuan bedah dalam mendeteksi anomali terkait. Ditemukan bahwa akurasi, sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif (PPV), dan nilai prediktif negatif (NPV) adalah 96,23%, 100%, 88,79%, 78,67% dan 100%, masing-masing dalam menunjukkan pembukaan saluran koklea. , sementara variabel-variabel ini masing-masing 91,18%, 75,14%, 100%, 100% dan 90% dalam mendeteksi anomali terkait. MRI keliru hanya dalam satu kasus dalam mendeteksi pembukaan saluran koklea, dibandingkan dengan temuan bedah. Akurasi MRI, sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV masing-masing adalah 97,6%, 100%, 96,3%, 87,5% dan 100%. Mengenai deteksi anomali terkait, hasil MRI dalam 33 kasus mirip dengan temuan bedah. Kesimpulan: Karena CT scan lebih mudah diakses dan lebih murah bagi pasien, disarankan untuk melakukan CT scan sebagai metode utama untuk penilaian sebelum operasi, sedangkan MRI hanya diterapkan ketika temuan awal tidak jelas.

Download Jurnal Disini

Tags: