Jurnal Internasional Nilai Diagnostik Calretinin dan S100 Imunohistokimia dalam Penyakit Hirschsprung

Download Jurnal Disini

Latar Belakang: Biopsi dubur dan studi histopatologisnya dengan hematoxylin dan eosin (HE) adalah standar emas untuk diagnosis penyakit Hirschsprung (HD). Namun, ada beberapa keterbatasan dalam diagnosis sel ganglion dalam pendekatan HE. Baru-baru ini, dilaporkan bahwa kegunaan Calretinin adalah tes imunohistokimia tambahan (IHC) yang andal untuk diagnosis HD. Dalam penelitian ini, kami bertujuan untuk menyelidiki pewarnaan Calretinin dan S100 IHC sebagai metode tambahan untuk diagnosis HD. Bahan dan Metode: Dalam penelitian ini, 36 biopsi dubur yang diambil dari pasien HD yang dicurigai dievaluasi di departemen patologi Rumah Sakit Anak Mofid. Studi histologis dilakukan dengan mengamati bagian-bagian jaringan yang diwarnai HE oleh dua patolog dan diagnosis adalah: duapuluh empat HD (aganglionik) dan dua belas pasien non-Hirschsprung (NHD) (normoganglionik). Kemudian Calretinin dan S100 IHC dilakukan pada slide. Slide IHC dievaluasi oleh dua ahli patologi dan nilai diagnostik Calretinin dan S100 ditentukan dibandingkan dengan standar emas yang ada atau tidaknya sel ganglion dalam serial HE yang diwarnai bagian biopsi dubur. Hasil: Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif negatif (NPV), dan nilai prediktif positif (PPV) untuk S100 masing-masing adalah 61,9%, 93%, 93%, dan 62%. Juga sensitivitas, spesifisitas, NPV, dan PPV untuk Calretinin semuanya 100%. Kesimpulan: Secara keseluruhan, menurut temuan kami dapat disimpulkan bahwa Calretinin Immunohistochemistry memiliki nilai diagnostik yang baik dan S100 Immunohistochemistry memiliki nilai diagnostik tingkat menengah untuk penyakit Hirschsprung.

Download Jurnal Disini

Tags: