Jurnal Internasional Metode Diagnostik Non-Invasif untuk Diferensiasi Biliary Atresia dari Neonatal Hepatitis …

Download Jurnal Disini

Latar Belakang Ikterus kolestatik pada bayi selalu patologis dan terutama disebabkan oleh atresia bilier (BA), dan hepatitis neonatal (NH). Diskriminasi awal kedua kondisi sangat penting untuk hasil BA. Kami bertujuan untuk menilai berbagai alat diagnostik non-invasif dalam membedakan BA dari NH. Bahan dan Metode Empat puluh bayi (25 anak laki-laki, 15 anak perempuan) dengan penyakit kuning kolestatik dan diagnosis akhir BA (n = 17), dan NH (n = 23) dipelajari secara retrospektif dari Januari 2015 hingga Desember 2017. Semua pasien menjadi sasaran riwayat menyeluruh dan menyelesaikan pemeriksaan fisik. Tes fungsi hati, ultrasonografi abdominal, penggunaan skintigrafi hepatobiliary (asam iminodiacetic hepatobiliary [HIDA]), dan biopsi hati perkutan dilakukan untuk semua pasien. Akhirnya keakuratan pemindaian HIDA dan tes fungsi hati untuk membedakan BA dari NH, dibandingkan dengan diagnosis histopatologis, dievaluasi. Hasil Tinja Acholic, tidak adanya visualisasi kandung empedu dengan ultrasonografi dan kadar gamma-glutamyl transpeptidase (GGT) serum yang tinggi, dan temuan pemindaian HIDA positif adalah indikator kuat dari BA. Keakuratan GGT> 250 IU / L untuk diagnosis BA adalah 92,7% dan hasil pemindaian HIDA positif adalah 82,7%. Keakuratan diagnostik untuk menggunakan kedua parameter adalah 98,1% (95% CI: 94,9 – 100,0%, p <0.001). Conclusion According to the results, BA can be differentiated from NH by non-invasive methods as presence of acholic stool, absent gall bladder by ultrasonography, elevated GGT, positive HIDA scan findings. GGT>250 IU / L dan pemindaian HIDA positif memiliki akurasi tinggi untuk membedakan BA dari NH dan kombinasi kedua parameter telah meningkatkan akurasi untuk 98,1%.

Download Jurnal Disini

Tags: