Jurnal Internasional Membatasi Resuscitacion Fluida Liberal vs Liberal pada Anak dengan Sindroma Syok Dengue: …

Download Jurnal Disini

Latar belakang: Resusitasi cairan adalah andalan pengobatan untuk melawan kebocoran plasma besar-besaran pada sindrom syok dengue. Kami bertujuan untuk menentukan perbedaan dalam hasil klinis dan parameter hemodinamik anak-anak dengan sindrom syok dengue pasca resusitasi cairan restriktif dan liberal. Metode: Penelitian observasional retrospektif pasien pediatrik (1 bulan hingga 18 tahun), disajikan dengan kriteria klinis untuk sindrom syok dengue, dan dirawat di Rumah Sakit Umum Saiful Anwar, dari Januari 2016 hingga Desember 2016. Pasien dibagi dalam 2 kelompok: diresusitasi dengan solusi 40ml / kgBW (kelompok liberal), sehingga kami menganalisis hasil klinis dan parameter hemodinamik antara dua kelompok. Hasil: Di antara 100 pasien, 74 pasien berada dalam kelompok terbatas dan 24 pasien berada dalam kelompok liberal. Usia rata-rata saat diagnosis adalah 6 tahun dan 56% pasien adalah wanita. Ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan lama tinggal di PICU (P = 0,09) dan durasi penggunaan ventilator (P = 0,68). Kelompok yang membatasi memiliki 53% lebih rendah dari kematian dibandingkan dengan kelompok liberal (P = 0,18). Studi ini juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam parameter hemodinamik antara 2 kelompok berdasarkan pengukuran dengan USCOM yang merupakan komponen preload (SVV) (P = 0,89), komponen inotropi (SMII) (P = 0,07), SVRI (P = 0,85). ) serta indeks jantung (P = 0,66). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam hasil klinis (panjang ventilasi mekanik dan lama tinggal PICU) dan parameter hemodinamik (preload, inotropy, afterload, dan indeks jantung ) baik pada pasien DSS yang menerima resusitasi cairan restriktif atau liberal.

Download Jurnal Disini

Tags: