Jurnal Internasional Efek Kadar Koenzim Q10 pada Parameter Klinis pada Pasien Cystic Fibrosis (CF)

Download Jurnal Disini

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek tingkat koenzim Q10 pada parameter klinis pada atients cystic fibrosis. Bahan dan Metode:. Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada 40 pasien dengan fibrosis kistik. Sebuah kuesioner dibagikan di antara mereka, dan kemudian ketinggian, berat badan dan lingkar lengan pasien diukur dan juga tingkat serum Q10 mereka dievaluasi. Kemudian, fungsi paru dievaluasi menggunakan tes pernapasan 6 menit dan tes spirometri. Akhirnya, total skor mereka dihitung berdasarkan indeks Shwachman. Hasil: 32 subjek yang diikuti 13 subjek adalah perempuan dan 19 subjek adalah laki-laki. Usia peserta adalah dari 6 hingga 27 tahun dan kelompok yang paling padat adalah kelompok lebih dari 17 tahun. Indeks antropometri seperti berat badan (p = 0,02, r = -0,408), usia (p = 0,016, r = -0,422), tinggi badan (p = 0,002, r = -0,520), berat lahir (p = 0,0113, R = – 0,286) dan tinggi saat lahir (p = 0,037, r = -0,37) memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan koenzim Q10. Ada hubungan antara indeks antropometri dan tes spirometri, termasuk hubungan FEV1 (tindakan) dengan berat badan (p = 0,00) dan lingkar lengan (p = 0,00) yang ditentukan. Kesimpulan: Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara otot massa dan Q10. Selain itu, usia rata-rata Q10 lebih besar daripada pada kelompok usia 9-16 tahun, yang dapat dipertimbangkan untuk nutrisi atau cadangan masa kanak-kanak untuk produksi koenzim Q10, yang menurun karena bertambahnya usia dan kurangnya asupan atau kehilangan kekuatan tubuh untuk produksi koenzim Q10.

Download Jurnal Disini

Tags: