Jurnal Ilmiah UJI PEMATAHAN DORMANSI MENGGUNAKAN ASAM SULFAT BERDASARKAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PALA (Myristica fragrans Houtt.)

Download Jurnal Disini

UJI PEMATAHAN DORMANSI MENGGUNAKAN ASAM SULFAT BERDASARKAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PALA (Myristica fragrans Houtt.)

[1945659003] ABSTRAK

Mesin pala (19459003) ) termasuk salah satu tanaman asli Indonesia yang bernilai ekonomis. Daerah penghasil tanaman pala di Indonesia yaitu Maluku, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Aceh, Jawa Barat dan Papua. Salah satu tantangan dari tanaman pala yaitu pada perkembangbiakannya, karena memiliki masa dormansi dua bulan yang disebabkan oleh biji kulit (tempurung) yang keras dan juga menyebabkan viabilitas dan vigor benih menjadi meningkat. Salah satu cara memecahkan masa dormansi adalah dengan memberikan bantuan kimia golongan asam kuat seperti asam sulfat, berguna melunakkan kulit biji yang keras dan mudah proses imbibisi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pematahan dormansi berdasarkan uji viabilitas dan vigor benih serta mendapatkan konsentrasi asam sulfat yang paling baik dalam mematahkan dormansi benih pala. Penelitian menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan asam sulfat dengan empat konsentrasi yaitu H 2 SO 4 0% (kontrol) (H 0), H 2 SO ] 4 10% (H 1), H 2 SO 4 20% (H 2) dan H ] 2 SO 4 30% (H 3). Parameter yang dilihat adalah viabilitas dan vigor benih. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi asam sulfat untuk menguji viabilitas benih pala dengan nilai Sig <0,05 dan mencapai 100% pada 56 HST. Hasil perhitungan vigor benih pala untuk indeks vigor mencapai 8,83 dan koefisien vigor 406,300. Asam sulfat konsentrasi 20% adalah konsentrasi yang paling baik untuk mematahkan masa dormansi benih pala pada 60 HST menjadi 14 HST berdasarkan uji viabilitas dan vigor benih.

Kata Kunci: Benih pala, Dormansi, Asam sulfat, Viabiltas, Vigor

[19659002]

PENGUJIAN UNTUK BREAK DORMANT MENGGUNAKAN SULFURIC ASAM BERDASARKAN KETERSEDIAAN DAN VIGOR BENIH NUTMEG (Myristica fragrans Houtt.) [19659002

[1945919] ] ABSTRAK

Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt.) Dikenal sebagai salah satu rempah asli yang ditemukan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis. Daerah di mana pala tumbuh di Indonesia adalah di Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, dan Papua. Salah satu kendala yang ditemukan dalam pala adalah siklus reproduksinya, karena memiliki keadaan tidak aktif selama dua bulan yang disebabkan oleh kulit yang tebal dan keras (cangkang) dari biji yang menyebabkan viabilitas dan kekuatan benih berkurang. Salah satu cara untuk menembus keadaan dorman benih adalah dengan memberikannya larutan kimia yang dikategorikan sebagai asam kuat seperti asam sulfat, yang dapat melembutkan kulit keras benih dan memudahkan proses penyerapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara memintas kondisi dorman menggunakan vigor benih dan uji viabilitas dan untuk mendapatkan asam sulfat pekat murni serta cara untuk memintas status dorman dari biji pala. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga kali berulang kali. Dosis menggunakan empat konsentrasi asam sulfat yang berbeda yaitu, H 2 SO 4 0% (terkontrol) (H 0), H 2 SO 4 10% (H 1), H 2 SO 4 20% (H 2) dan H 2 SO 4 30% (H 3). Parameter yang diamati adalah viabilitas dan vigor benih. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan asam sulfat yang diterapkan memberikan viabilitas benih real-time dan reaksi kuat dengan nilai Sig <0,05 dan dapat mencapai 100% pada 56 DAP. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa vigor benih pala mencapai indeks vigor 8,83 dan koefisien vigor 406,300. Dengan larutan asam sulfat pekat 20% adalah konsentrasi dengan cara yang paling efisien untuk melewati keadaan dorman biji pala dengan 60 DAP menjadi 14 DAP berdasarkan uji viabilitas dan vigor benih.

Kata kunci: Biji Pala, Tidak Aktif, Asam Sulfat, Viabilitas, Semangat

Download Jurnal Disini

Incoming search terms:

  • jurnal tentang uji viabilitas benih

Tags: