Jurnal Ilmiah Perunutan Serapan Fosfor (P) Tanaman Sorgum Berasal dari 2 Jenis Pupuk yang Berbeda Menggunakan Teknik Isotop (32P)

Download Jurnal Disini

Sejumlah besar tanaman menyerap hara fosfor (P) yang dapat diperoleh dari pupuk dapat digunakan dengan teknik perunutan menggunakan isotop 32 P. Informasi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan perpindahan P oleh tanaman, dapat digunakan untuk menentukan pengaturan pemupukan yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk memahami sebagian besar tanaman Sorgum yang diterima dari dua jenis pupuk P yang berbeda. Serapan P dirunut menggunakan isotop 32 P metode tidak langsung. Pupuk P yang dikeluarkan pada penelitian ini adalah pupuk P kimia sintetis (SP-36) dan pupuk P alami yang berasal dari fosfat alam yang ditambahkan kelarutannya menggunakan biologis (Eco-Fos). Percobaan pot dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 persiapan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pemupukan SP-36 dengan dosis 20 ppm P (P 25%), 40 ppm P (P 50%), 60 ppm P (P 75%) dan 80 ppm P (P 100%) serta pemupukan Eco-Fos dengan dosis 80 ppm P. Perlakuan tanpa pemupukan P Dibuat sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar P yang diserap tanaman sorgum berumur 46 hari setelah tanam (HST) berasal dari tanah. Pada persetujuan SP-36, sebanyak 5,7% -45,7% serapan P dari pupuk dan 54,3% -94,3% lainnya berasal dari tanah. Serapan P dari persetujuan pupuk Eco-Fos adalah 24,7% dan 75,3% lainnya berasal dari tanah. Perlakuan SP-36 dosis tertinggi (80 ppm P) menyumbang P terbesar bagi tanaman, secara statistik berbeda nyata dengan layanan lainnya selain penanganan SP-36 dosis 60 ppm P. Sumbangan P dari SP-36 dan Eco-Fos berat kering tanaman sorgum.

Download Jurnal Disini

Tags: