Jurnal Ilmiah PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) TERHADAP JUMLAH SPERMATOZOA, BERAT BADAN, DAN BERAT TESTIS TIKUS JANTAN WISTAR (Rattus norvegicus)

Download Jurnal Disini

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L. ] TERHADAP JUMLAH SPERMATOZOA, BERAT BADAN, DAN BERAT TESTIS TIKUS [KATUS] 19659002] ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai cara mengekstrak ekstrak etanol kembang sepatu dengan jumlah spermatozoa tikus jantan wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang terdiri atas kelompok-kelompok yang terkait tanpa pengawasan, kelompok 2, 3 dan 4 sebagai kelompok Konsumsi 3,6 mg / ml; 7,2 mg / ml; dan 14,4 mg / ml. Perlakuan diberikan secara oral sekali sehari sebanyak 1 ml selama 50 hari sesuai siklus spermatogenesis. Variabel yang dikeluarkan yaitu jumlah sel spermatozoa, berat badan, dan berat testis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kembang sepatu dapat menurunkan jumlah sel spermatozoa, serta menyebabkan perbedaan berat badan dan berat testis namun, berdasarkan hasil analisis varian, ekstrak etanol daun kembang sepatu tidak dapat menghasilkan jumlah sel spermatozoa, berat badan dan berat testis. jantan galur wistar (Rattus norvegicus) secara signifikan.

Kata Kunci: Sel spermatozoa, Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensisL.) [1945900900]

] Tikus jantan Wistar (Rattus novergicus)

TPENGARUHPENGARUHDARIETHANOL EKSTRAKDARIDARIDARI GRANTINGHIBISCUS (Hibiscus Rosa-sinensis L.) MELAWANTHEJUMLAHDARISPERMATOZOA, BERATDANBERATBERAT] TESTIS TINGKAT WISTAR MALE (Rattus norvegicus)

ABSTRACT

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh menyuntikkan ekstrak etanol dari suatu kembang sepatu menjadi sejumlah tikus jantan umum (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan pendekatan desain acak lengkap (CRD) ke 24 tikus putih umum (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi kelompok-kelompok, di mana pendekatan kelompok 1 adalah kontrol tanpa perlakuan, pendekatan kelompok 2, 3, dan 4 dengan pengobatan, dengan dosis berturut-turut 3,6 mg / ml; 7,2 mg / ml; dan 14,4 mg / ml. Perawatan diinduksi secara oral sebesar 1cc per hari untuk total 50 hari setelah siklus spermatogenesis. Variabel yang diamati adalah jumlah sel spermatozoon, berat badan, dan berat testis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari kembang sepatu, dari perspektif kuantitas, dapat menurunkan sel spermatozoon, dan itu juga dapat mempengaruhi berat badan dan berat testis subjek, dalam hal ini adalah tikus biasa (Rattus norvegicus) tetapi, dari hasil matematika dari Analysis Of Variance, ekstrak etanol dari daun kembang sepatu tidak dapat mengurangi jumlah spermatozoon, berat badan, dan berat testis tikus putih umum (Rattus norvegicus).

Kata kunci: Sel Spermatozoon, Hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L.), Tikus (putih) umum (Rattus novergicus)

Download Jurnal Disini

Tags: