Jurnal Ilmiah Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Ketela Ungu dan Rantai Pasok Ketela Ungu

Download Jurnal Disini

Nilai tambah adalah indikator kekuatan ekonomi suatu bisnis. Ada beberapa cara untuk meningkatkan nilai tambah, yaitu dengan mengolah menjadi produk baru, melestarikan, membuat kemasan yang menarik, dan meningkatkan kualitas suatu produk. Sebagian besar hasil singkong ungu di daerah Karangnyar masih dijual dalam bentuk produk mentah dan belum banyak diproses, sehingga nilai tambahnya masih rendah. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai produk olahan singkong, menganalisis nilai tambah produk olahan, menganalisis nilai tambah rantai pasokan singkong ungu dan mengusulkan pengembangan singkong ungu. Metode yang digunakan untuk menghitung nilai tambah adalah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga alternatif produk olahan warna ungu yaitu bakpia, timus dan wingko. Nilai tambah terbesar dari produk olahan adalah wingko dengan nilai tambah Rp. 26.561 dan rasio 64%. Rantai nilai tambah tertinggi yang ditambahkan adalah jaringan UMKM Murakabi dengan nilai tambah Rp. 19.152 dan rasio 70%, sedangkan jaringan dengan nilai tambah terendah adalah jaringan pengecer dengan nilai tambah Rp 6.257 dan rasio 28%. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan bisnis singkong ungu harus dilakukan dengan mengolah singkong ungu dalam bentuk wingko.

Download Jurnal Disini

Incoming search terms:

  • jurnal rantai nilai
  • ketela ungu jurnal

Tags: