Jurnal Aspek Ekologis dan Determinan Produksi Kopi Arabika Spesialti di Wilayah Dataran Tinggi Sumatera Utara

Jurnal

Aspek Ekologis dan Determinan Produksi Kopi Arabika Spesialti di Wilayah Dataran Tinggi Sumatera Utara
Download Jurnal Disini
Budidaya monokultur kopi arabika tidak mendukung kelestarian ekologi. Pasar internasional menuntut produk kopi arabika yang ramah lingkungan dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek ekologis kopi arabika khusus, dan menganalisis pengaruh populasi naungan pohon, pupuk organik, pemangkasan tanaman kopi, konservasi lahan, dan pengendalian penggerek buah kopi (CBB) terhadap produksi kopi arabika khusus. Data aspek ekologis dikumpulkan dari tiga kabupaten di dataran tinggi wilayah Sumatera Utara, yaitu Simalungun, Tapanuli Utara, dan Dairi. Sedangkan determinan produksi dianalisis dengan data yang diperoleh dari tiga kecamatan di Kabupaten Simalungun yaitu Sidamanik, Pamatang Sidamanik, dan Dolok Pardamean. Lokasi ditentukan dengan multistage cluster sampling dan sampel petani ditentukan dengan simple random sampling. Aspek ekologis dianalisis secara deskriptif sedangkan penentu produksi kopi arabika dianalisis dengan persamaan regresi berganda. Kopi arabika berbayang hanya 32% dari total budidaya kopi arabika di daerah penelitian, dengan populasi rata-rata 45 pohon / ha. Kegiatan konservasi lahan oleh petani adalah penggunaan mulsa buah kopi (92%), teras individu (3%), rorak (4%), dan teras bangku (1%). Sistem pertanian kopi arabika yang dikelola oleh petani adalah monokultur (30%), pertanian campuran (24%), kopi naungan (32%), dan kopi multistrata (14%). Pemangkasan tanaman kopi dan pengendalian CBB memiliki determinan yang signifikan pada produksi kopi arabika khusus. Konservasi lahan, populasi pohon rindang, dan pupuk organik merupakan penentu produksi yang penting pada produksi kopi arabika dalam jangka pendek. Ketiga variabel ekologis ini memainkan peran untuk menjaga kelestarian lahan dan mendukung produksi kopi arabika berkelanjutan dalam jangka panjang.

Download Jurnal Disini

Tags: