Contoh Situs Mencari Jurnal Bahasa Indonesia Pdf

Contoh Situs Mencari Jurnal Bahasa Indonesia Pdf

ABSTRAK

Ada empat pemarkah kesantunan linguistik (bahasa kesantunan) tuturan imperatif dalam bahasa Indonesia. Keempat pemarkah tersebut adalah (1) Panjang pendek tuturan, (2) urutan tutur, (3) intonasi dan isyarat kinesik, (4) ungkapan-ungkapan penanda kesantunan. Sedikitnya ada 10 macam ungkapan pemarkah yang dapat mengatur kesantunan linguistik tuturan imperatif dalam bahasa Indonesia. Pemarkah-pemarkah kesantunan linguistik tuturan imperatif yaitu adalah tolong, mohon, tolong, marl, biar, ayo, coba, harap, lakukan (lahlnya), dan sudi kiranyalsudilah kiranyalsudi apalah kiranya. 1. Pengantar Sesuai dengan judulnya, di dalam tulisan ini akan diperakan penanda-penanda kesantunan linguistik tuturan imperatif bahasa Indonesia. Yang berhubungan dengan penanda kesantunan linguistik (kesantunan linguistik) adalah ungkapan-ungkapan linguistik entitas yang kehadirannya dalam tuturan menyebabkan turan tersebut menjadi Iebih santun dibandingkan dengan tuturan sebelumnya. Di samping kesantunan jenis yang pertama itu dalam linguistik terjadi jenis kesantunan yang lain yang tidak muncul pada kehadiran tidaknya entitas linguistik, karena terdapatnya sifat-sifat nonlinguistik yang sifatnya pragmatik. Kesantunan jenis kedua itu lazim disebut de-16 I Doktor, Magister Humaniora, staf pengajar ASMI Santa Maria, Yogyakarta. ngan kesantunan pragmatik (kesantunan pragmatis). Karena berbagai keterbatasan, yang akan diperikan di dalam tulisan singkat ini hanyalah kesantunan jenis pertama. Dengan demikian jenis kesantunan yang baik berada di luar lingkup tulisan ini. Data terbatas secara berkala yang diperoleh secara lokasional dari data sumber dan lisan yang ada di dalam bahasa Indonesia (bahasa sehari-hari). Data tersebut diperoleh dengan cara melakukan penyimakan terhadap bahasa inggris dan lisan. Di samping itu, data tulisan singkat ini juga diperoleh dengan mitra tutur yang dalam kesehariannya terlihat Indonesia. Dengan perkataan lain, data yang digunakan dengan metode simulasi dan metode seperti yang lazim di dalam penelitian-penelitian linguistik struktural. Karena penulis memiliki distansi lingual yang masih kuat dengan bahasa Indonesia, data ini juga dibesarkan oleh ayah yang kreatif intuisi lingual penulis. Dalam hal yang terakhir ini data harus dikenai teknik triangulasi terlebih dulu untuk mengolah keabsahannya sebagai data observasi ilmiah.

  1. IMPERATIF DALAM BAHASA INDONESIA : PENANDA-PENANDA KESANTUNAN LINGUISTIKNYA
  2. PENGGUNAAN KODE TERBATAS PADA MASYARAKAT TUTUR BAHASA INDONESIA DI JAWA TENGAH
  3. Perubahan Fonologis Kata-kata Serapan Dari Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia
  4. STRUKTUR PERAN KALIMAT TUNGGAL BER-P BERPENGlSl VERBA BERAFIKS MENG-I DALAM BAHASA INDONESIA
  5. ROMAN PERGAOELAN, PENULISAN SEJARAH, DAN KANONISASI SASTRA INDONESIA
  6. TEKNIK PENCIPTAAN ASOSIASI PORNOGRAFI DALAM WACANA HUMOR BAHASA INDONESIA
  7. Struktur Ganda dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
  8. Gender Construction in Pesantren in Johor (Malaysia) and Central Java (Indonesia)
  9. Analisis Kontrastif Perspektif Bahasa dan Budaya terhadap Distingsi Gender Maskulin Versus Feminin dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia
  10. GERAKAN PEMBAHARUAN ISLAM INDONESIA DARI MASA KE MASA: SEBUAH PENGANTAR

Tags: