Artikel Jurnal Tentang Jagung Pdf

Artikel Jurnal Tentang Jagung Pdf

ABSTRACT

SINTESIS PATI JAGUNG TERFOSFORILASI MELALUI TEKNIK GELOMBANG MIKRO [Microwave-Assisted Synthesis dari Pati Jagung Fosforilasi] Atep Dian Supardan *, Suminar Setiati Achmadi dan Tun Tedja Irawadi Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Diterima 28 Maret 2013 / Disangka 24 Februari 2014 ABSTRAK Pati Phosphorylated adalah jenis pati modifikasi yang sebagian besar diimpor. Umumnya, pati yang dimodifikasi harus mengandung lebih dari 25% amilosa. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis pati terfosforilasi dan mengevaluasi potensinya sebagai adsorben logam berat. Pati jagung menjadi sasaran fosforilasi melalui reaksi terbantu gelombang mikro dengan campuran natrium dihidrogen ortofosfat dan disodium hidrogen fosfat. Percobaan ini dirancang untuk mengoptimalkan pH, daya radiasi microwave, dan waktu fosforilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat subtitusi fosfat maksimum diperoleh pada pH 6, radiasi gelombang mikro 500 W, dan waktu reaksi 10 menit. Tingkat subtitution berkisar 0,567-0,787. Sifat fisikokimia dari produk yaitu kapasitas pembengkakan, kelarutan, kapasitas pengikatan air, dan kejelasan pasta secara signifikan berbeda dari pati jagung yang tidak dimodifikasi. Spektrum inframerah menunjukkan serapan puncak yang tinggi pada panjang gelombang 1651 cm-1, menunjukkan pembentukan ikatan hidrogen grup fosfor-gugus fosforik-fosfor. Di area sidik jari, ada dua puncak penyerapan baru pada 1200 dan 990 cm-1, yang masing-masing ditetapkan untuk getaran P = O dan C-O-P. Pati jagung terfosforilasi mengadsorpsi metilen biru hingga 73,3% dan merkuri hingga 73,6%, menunjukkan prospek pati jagung terfosforilasi buatan jagung yang dibantu microwave sebagai adsorben efektif untuk logam berat.

DOWNLOAD DISINI

  1. SINTESIS PATI JAGUNG TERFOSFORILASI MELALUI TEKNIK GELOMBANG MIKRO [Microwave-Assisted Synthesis of Phosphorylated Corn Starch]
  2. Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.), Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.), dan Jahe (Zingiber officinale var. officinale) pada Sistem Agroforestri Jati di Zona Ledok Wonosari , Gunung Kidul
  3. Tanggapan Jagung (Zea mays L.) Terhadap Sistem Parit Berbahan Organik dan Dosis Kalium di Lahan Kering pada Tanah Bersifat Vertic
  4. Pertumbuhan dan Hasil Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merr) Mallika yang Ditanam Secara Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays kelompok Saccharata)
  5. Kualitas Benih Kacang Hijau (Vigna radiata (L.) R.Wilczek) pada Pertanaman Monokultur dan Tumpangsari dengan Jagung (Zea mays L.)
  6. Pengaruh Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Empat Kultivar Jagung (Zea mays L.)
  7. Studi Aspek Fisiologis dan Biokimia Perkecambahan Benih Jagung (Zea mays L.) pada Umur Penyimpanan Benih yang Berbeda
  8. Pertumbuhan, Produksi dan Efi siensi Pemanfaatan Lahan dalam Sistem Tu mpangsari Jagung dan Kacang Hijau dengan Interval Penyiraman Berbeda
  9. Evaluasi Daya Gabung dan Heterosis Lima Galur Jagung Manis (Zea mays var. saccharata) Hasil Persilangan Dialel
  10. Pengelompokan dan Struktur Populasi Parasitoid Telur Trichogrammatoidea armigera pada Telur Helicoverpa armigera pada Jagung Berdasarkan Karakter Molekuler

Tags: