Artikel Jurnal REKONTEKSTUALISASI HASIL INTEGRASI NILAI BUDAYA DALAM PERENCANAAN KOTA YOGYAKARTA

Artikel Jurnal

REKONTEKSTUALISASI HASIL INTEGRASI NILAI BUDAYA DALAM PERENCANAAN KOTA YOGYAKARTA
Download Jurnal Disini
Pada 2015, UNESCO memprakarsai dimasukkannya budaya lokal ke dalam perencanaan dan pengembangan perkotaan berkelanjutan. Yogyakarta memiliki potensi sejarah-budaya yang besar, di mana kota ini dinobatkan sebagai wilayah khusus yang didirikan berdasarkan Undang-Undang No. 13/2012. Dengan merujuk pada inisiasi UNESCO dan Undang-Undang No. 13/2012, Yogyakarta memiliki keuntungan untuk menginisiasi budaya lokal ke dalam perencanaan dan pengembangan kota yang berkelanjutan. Meskipun budaya tidak berwujud; tetapi dengan membawa penegakan hukum dan potensi sejarah-budayanya ke Yogyakarta kini berhak untuk mengembangkan perencanaan kota berdasarkan budaya. Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi integrasi budaya Yogyakarta ke dalam perencanaan kota berdasarkan delapan aspek perencanaan tata ruang berbasis budaya, dalam kaitannya dengan pedoman perencanaan / regulasi, kondisi empiris dan 14 nilai budaya Yogyakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa 14 nilai budaya Yogyakarta, sesuai dengan 7 dari 8 prinsip perencanaan tata ruang berbasis budaya (kecuali prinsip konektivitas) dan 5 dari 14 nilai budaya Yogyakarta memiliki hubungan kohesif dengan 8 aspek perencanaan tata ruang berbasis budaya, tetapi tidak diwujudkan dalam perencanaan dan implementasi saat ini. Penelitian ini memperkuat bahwa dasar sosial budaya dari perencanaan bantuan pada tiga variabel masing-masing aspek budaya, sumber daya manusia, dan bagaimanapun kesadaran budaya

Download Jurnal Disini

Tags: