Artikel Jurnal PERILAKU PERJALANAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR UNTUK TUJUAN BEKERJA DI PUSAT KOTA SEMARANG (STUDI KASUS: KORIDOR SEGITIGA EMAS)

Artikel Jurnal

PERILAKU PERJALANAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR UNTUK TUJUAN BEKERJA DI PUSAT KOTA SEMARANG (STUDI KASUS: KORIDOR SEGITIGA EMAS)
Download Jurnal Disini
Aktivitas kerja adalah salah satu aktivitas subsisten dengan tingkat motivasi tertinggi untuk bepergian. Di Kota Semarang, tempat kerja masih dominan (75,04%) terletak di pusat kota, sehingga pusat kota memiliki daya tarik yang besar. Itu membuat penyediaan transportasi umum, seperti Trans Semarang memiliki area layanan tinggi di pusat kota. Saat ini, Koridor Segitiga Emas telah dilayani oleh 5 jalur bus, tetapi para pekerja masih menggunakan sepeda motor. Dalam skala kota, ketergantungan penggunaan sepeda motor mencapai 79,58% di Kota Semarang. Di sisi lain, nilai loading factor Trans Semarang hanya 54%. Fenomena ini diduga terjadi karena layanan angkutan umum yang belum sesuai dengan perilaku perjalanan pengguna. Perilaku perjalanan dapat diukur melalui pola perjalanan yang dibentuk dengan menjadwalkan kegiatan sehari-hari. Keputusan dalam menentukan pola perjalanan tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial-demografis, ekonomi dan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara pola perjalanan pekerja dengan aspek-aspek ini, serta menganalisis variabel prediktor pada pemahaman penyediaan transportasi massal perkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis multivariat melalui model persamaan struktural (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang belum menikah dan pekerja yang tidak memiliki anak atau sudah tidak memiliki anak pada usia sekolah adalah pekerja potensial yang dapat beralih moda ke Trans Semarang (49,5%). Oleh karena itu, pekerja yang menikah dengan pencari nafkah ganda dalam rumah tangga, memiliki 1-2 anak usia sekolah dan rumah tangga kecil cenderung melakukan perjalanan yang kompleks dan sulit untuk difasilitasi oleh layanan Trans Semarang. Dengan demikian, layanan transportasi harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pekerja, setidaknya untuk permintaan potensial untuk menarik pengguna baru

Download Jurnal Disini

Tags: