Artikel Jurnal Ilmiah Bahasa Melayu Pdf

Artikel Jurnal Ilmiah Bahasa Melayu Pdf

ABSTRACT

Ekologi bahasa adalah interaksi antara bahasa dan lingkungannya. Bahasa hanya bisa ada jika ada speaker dan itu digunakan sarana komunikasi. Bahasa berada di dalam diri (mind / soul) para pembicara, ia berfungsi sebagai sarana interaksi sosial (komunikasi) yang juga diciptakan untuk berkomunikasi dan ini adalah hasil kehidupan sosial. Dinamika bahasa yang saling terkait dengan lingkungannya dipengaruhi oleh hubungan antara pengguna / penggunaan dengan lingkungan fisik / alam, religius dan sosial. Perumusan konsep relasi tersebut menerapkan filosofi kehidupan masyarakat Bali (Hindu) yang umumnya dikenal dengan Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan) yang di bidang linguistik oleh ahli bahasa hanya dibedakan dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial. Studi ini mengklasifikasikan lingkungan bahasa menjadi tiga macam sesuai filosofi kehidupan orang Bali dan ternyata sesuai dengan fenomena penggunaan bahasa Loloan Melayu Bali. Hubungan fisik / jasmani secara signifikan mempengaruhi penggunaan kosakata yang terkait dengan rumah tradisional Loloan Malayan, rumah panggung (Rumah Panggung), seperti kata kelam? Papan kayu untuk menutup ruang? (diletakkan di atas jendela / pintu), alas pondasi rumah?, tontongan? jendela rumah di atas panggung (Rumah Panggung) ?, hampir tidak dikenal kecuali kata sendi yang masih ditemukan. Dalam relasi relijius, kosa kata seperti perayaan ruah ?, wolfram? Upacara adat ?, nela? I / kepus pungsed – upacara tali pusar yang longgar pada bayi ?, lepas kambuhan – upacara empat puluh hari setelah bayi? kelahiran? dan khitanan? upacara sunat untuk anak laki-laki berusia 4-12 tahun ?, kurang dimanfaatkan kecuali kata khitanan dimana upacara itu sendiri masih berlaku. Hubungan sosial terakhir menunjukkan dinamika terbesar karena pada dasarnya bahasa ada bergantung pada penggunaannya sebagai sarana sosial (komunikasi). Dalam hal ini, ada akomodasi bahasa Loloan Melayu dengan bahasa Bali dan bahasa Indonesia yang diserap melalui proses adopsi, misalnya kata pait? Pahit? (Bahasa Bali) dan telepon (bahasa Indonesia), dan proses adaptasi, seperti kata kuping? Telinga? (Bali) menjadi koping dan kata lain (bahasa indonesia) menjadi laen.

  1. EKOLOGI BAHASA DAN PENGARUHNYA DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN BAHASA MELAYU LOLOAN BALI
  2. VERBA EMOSI STATIF DALAM BAHASA MELAYU ASAHAN
  3. PENGGUNAAN KATA SAPAAN DALAM BAHASA MELAYU KUTAI
  4. EKSPRESI LINGUAL DALAM KONTAK BAHASA KOMUNITAS MELAYU LANGKAT DI STABAT
  5. PEMAKAIAN AKSARA DALAM PENULISAN BAHASA MELAYU HINGGA BAHASA INDONESIA (THE USAGE OF LETTERS ON MALAY TO INDONESIAN LANGUAGE WRITING)
  6. Penggunaan Pronomina Persona Pertama “Kita” dan Persona Kedua “Ngana” Pada Bahasa Melayu Manado Sebagai Penanda Keakraban Bagi Penutur Orang Gorontalo
  7. BEBERAPA CATATAN TENTANG BAHASA MELAYU DILI: STUDI AWAL MENGENAI BAHASA MELAYU DI TIMOR TIMUR
  8. Perkembangan Bahasa Indonesia—Melayu di Indonesia dalam Konteks Sistem Pendidikan
  9. KATEGORI FATIS DALAM BAHASA MELAYU RIAU DIALEK KUOK
  10. Klasifikasi Leksikostatistik Bahasa Melayu Langkat, Bahasa Melayu Deli, dan Bahasa Dairi Pakpak

Tags: