Artikel Jurnal ARAHAN PEMENUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH

Artikel Jurnal

ARAHAN PEMENUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH
Download Jurnal Disini

Gempa bumi yang terjadi di Banda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, diikuti oleh tsunami di sepanjang garis pantai Samudra Hindia menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur termasuk ruang terbuka hijau. Artikel ini menyajikan perubahan ruang terbuka hijau Banda Aceh sebelum dan sesudah tsunami, persyaratan ruang terbuka hijau Banda Aceh berdasarkan wilayah dan populasi yang luas, dan arah pengembangan ruang terbuka hijau Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah interpretasi gambar, dan klasifikasi, analisis kebutuhan ruang terbuka hijau dihitung berdasarkan wilayah yang luas sesuai dengan UU No. 26/2007, berdasarkan populasi dengan standar kebutuhan ruang terbuka hijau per kapita seperti dalam PERMENPU No. 5 / PRT / M / 2008. Konsep Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yang diterapkan untuk mengatur arah pengembangan ruang terbuka hijau Banda Aceh, dan terintegrasi dengan rencana penggunaan lahan dalam RTRW Banda Aceh. Hasil lebar ruang terbuka hijau sebelum dan sesudah analisis tsunami menunjukkan bahwa bahkan sebelum tsunami, ruang terbuka hijau Banda Aceh masih jauh dari memadai sebagaimana disyaratkan oleh konstitusi perencanaan tata ruang (13,92% dari luas kota). Tepat setelah tsunami, ruang terbuka hijau Banda Aceh berkurang menjadi hanya tersisa sekitar 9,31% dari luas kota. Lima tahun kemudian (2010) ruang terbuka hijau Banda Aceh meningkat menjadi 12,83% dari luas kota, dan pada tahun 2015 Banda Aceh memiliki ruang terbuka hijau sekitar 37,51% dari luas kota. Kebutuhan ruang terbuka hijau Banda Aceh berdasarkan wilayah yang luas adalah 1.227,18 ha ruang terbuka hijau publik, dan 613,59 ha ruang terbuka hijau pribadi, berdasarkan jumlah populasi yang diprediksi pada tahun 2029 adalah 687,89 ha. Arah pengembangan ruang terbuka hijau Banda Aceh adalah intensifikasi dengan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau yang ada dan ekstensifikasi dengan akuisisi lahan pribadi untuk ruang terbuka hijau.

Download Jurnal Disini

Tags: